Nun, Perahu Kehidupan yang Sedang Berlayar Menuju Muara-Nya: Ikang Fawzi dan Marissa Haque

(1) Mempertahankan Pernikahan; (2) menjaga perkawinan; dan(3) Merawat Cinta-kasih, sejak menikah siri di Desa Gekbrong, Sukabumi pada 3 Juli 1986 & di Catat Negara pada 12 April 1987.

Jakarta 12 April 1987, Pernikahan Resmi Ikang Fawzi & Marissa Haque

Jakarta 12 April 1987, Pernikahan Resmi Ikang Fawzi & Marissa Haque
Tercatat Resmi di KUA Jakarta Selatan, Ijab & Kabul di Jl. Lapangan Roos Raya 36, Tebet Utara, Jaksel (Rumah Orang Tua Marissa)

Damai dan Sentosa serta Kompak Lahir dan Bathin Keluarga Ikang Fawzi & Marissa Haque

Damai dan Sentosa serta Kompak Lahir dan Bathin Keluarga Ikang Fawzi & Marissa Haque
Damai dan Sentosa serta Kompak Lahir dan Bathin Keluarga Ikang Fawzi & Marissa Haque

Total Tayangan Halaman

Nun, Perahu Kehidupan yang Sedang Berlayar Menuju Muara-Nya: Ikang Fawzi dan Marissa Haque

Premis Cinta Kami Menjadi Kekasih Allah Azza wa Jalla (Ikang Fawzi & Marissa Haque, dari dulu hingga kini)

Lagu: "Panggilan Jiwa" (Ikang Fawzi dan Candra Darusman/Anak-anak Deplu RI)


The First and the Last, Marissa Haque Menyanyi Rekaman bersama Fariz RM



Jumat, 04 Juni 2010

Menyumbang Buku-buku Koleksi Pribadi untuk Pengajian Aisyiah Lampung Selatan: Ikang Fawzi & Marissa Haque

Kalianda, Lampung Selatan—Gerakan Menyumbang Buku yang dipolopori oleh Haji Ikang Fawzi dan Hj. Marissa Haque istrinya di Kalianda, Lampung Selatan adalah sebagai 'triger' atau pemancing gairah minat baca masyarakat diwilayah itu.

Aksi pemberian sumbangan 3500 buku yang telah didistribusikan melalui Pengajian Aisyiah Lampung Selatan akan diikuti dalam waktu dekat ini kepada beberapa Taman Bacaan-Taman Bacan Masyarakat (TBM) yang sudah tersebar di 17 kecamatan Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel). Secara sederhana, scara pemberian sumbangan itu dilakukan di sekretariat Pengajian Aisyiah Lampung Selatan bertempat di Kalianda, Selasa kemarin (01/06).

Dr. H. Zainudin Hasan adik Menteri Kehutanan RI Zulkifli Hasan yang merupakan satu-satunya putra asli Lampung selatan menuturkan, bahwa gerakan Ikang Fawzi dan istrinya Marissa Haque itu sangat bagus karena holitik bagi proses pencerdasan masyarakat di Lamsel mengingat merupakan sebuah langkah strategik dalam mengupayakan transormasi nilai-nilai budaya bangsa ke arah kemajuan.

Buku adalah jendela dunia dan segala upaya transformasi di dunia ini bermula dari buku. “karenai itu, upaya Haji Ikang Fawzi dan Hajjah Marissa Haque didalam memperjuangkan gemar membaca dengan Gerakan Menyumbang Buku ini sangat kita dukung”, ucap Zainudin Hasan dengan semangat dalam sambutannya.

Pemberian sumbangan 3500 buku tersebut merupakan langkah awal untuk membangun kerjasama antara Pengajian Aisyiah Lampung Selatan dan Komunitas Masyarakat Gemar Membaca (Magma) yang dibina langsung oleh Haji Ikang Fawzi dan Hajjah Marissa Haque. Menurut Zainudin Hasan, gerakan-gerakan Haji Ikang Fawzi dan Hajjah Marissa Haque adalah sangat signifikan untuk meningkatkan pendidikan sangat sesuai dengan visi Pengajian Aisyiah Lampung Selatan yang juga memiliki kepedulian yang sama terhadap pendidikan, di Lampung Selatan.

“Karena itu, upaya untuk mencerdaskan rakyat melalui Gerakan Gemar Membaca itu semua berawal dari membaca. Ayat pertama dalam al-Quran saja berbunyi ‘bacalah’. Dengan demikian, membaca adalah awal dari semua langkah menuju kemajuan”, tandasnya.

Saat ini, menurut Ikang dan Marissa minat baca masyarakat sudah tinggi dan kesadaran akan pentingnya buku juga sudah meningkat. Bahkan, imbuh Ikang dan Marissa sudah banyak masyarakat yang menanyakan adanya buku-buku baru di TBM-TBM. “karena itu perkembangan ini harus dijaga dengan terus menambah koleksi-koleksi buku yang ada”, jelas Ikang dan Marissa yang disambung dengan anggukan mantap dari Zainudin hasan yang berdiri disebelahnya. (sum/un)

Harmoni antara Bidan Desa & Peraji/Dukun Beranak di Kab Lamsel: dalam Ikang Fawzi dan Marissa Haque

Kalianda City—Bidan desa memiliki peranan penting di Kota Kalianda di Lampung Selatan (Lamsel), sebagai daerah kota berbasis masyarakat campuran rural dan urban dalam lintasan Trans-Sumatra.

Forum Peduli Pendidikan dan Kesehatan Kabupaten Lamsel Yasmin Shahnaz Hasan dan Marissa Haque Fawzi, secara kompak bersama menyatakan bahwa peran penting bidan desa di Kota Kalianda yaitu untuk membantu ibu hamil menjaga keselamatan bayi dalam kandungan hingga proses persalinan danmencegah kematian ibu melahirkan yang masih teramat tinggi di Kabupaten Lampung Selatan sampai tahun 2010 ini. Terutama di wilayah-wilayah tingkat desa di kampung-kampung yang sangat jauh dari fasilitas kesehatan yang tersedia selama ini di Lampung Selatan.

Secara dramatik kedua calon ibu ketua PKK Lampung Selatan tersebut menyatakan bahwa ibunda tercinta dari suami Yasmin Shahnaz alias ibu kandung dari Zainudin Hasan meninggal dunia karena kehilangan banyak darah saat melahirkan adik kembar terkahir mereka beberpa puluh tahun yang lalu. Dengan jaringan infrastruktur yang sebagian besar buruk—diduga hampir sebanyak 99,9% jalanan di Kabupaten Lampung Selatan hancur dan tak ada perubahan sama sekali dalam 5 tahun pemerintahan disana, sangat muskil diharapkan untuk meminta incumbent melanjutkan programnya yang tak pernah nyata apalagi signifikan tersebut!

“Bidan desa harus menjadi bidan siaga, yang siap untuk mendengar, menerima, melayani dan menolong ibu-ibu hamil, dimana didalam perjalanan pelayanannya akan dibantu oleh para perjai/dukun beranak yang telah mendapatkan pelatihan khusus dari para dokter obgin dari Fakultas Kedokteran Universitas negeri dan swasta terdekat diseluruh Lampung Selatan. Mereka berdua baik Yasmin maupun Marissa percaya bahwa peran dari para bidan yang berkerjasama dengan para peraji sebagai perpanjangan tangan tersebut sangat signifikan,” kata mereka berdua sangat kompak saat hadir pada sebuah seminar di Kalianda Kamis (3/6).

Pada acara yang digelar oleh Forum Bidan Desa Lampung Selatan tersebut, baik Yasmin maupun Marissa menjelaskan bahwa Kalianda sebagai ibu kota Kabupaten Lampung Selatan yang penduduknya terdiri dari kohesifitas berbagai masyarakat baik asli maupun transmigrasi yang sangat memiliki tantangan siginifikan.

Tantangan atas penguasaan dan pemahaman seputar ilmu kebidanan, perawatan bayi serta peraturan dunia kesehatan sangat diharapakan peningkatannya. “Untuk menjawab tantangan itu, maka hal yang pertama adalah dengan memberikan kenyaman atau rasa aman kepada para ibu yang sedang hamil, sehingga akan memunculkan kepercayaan proses kehamilan dan persalinan kepada bidan. Selain itu, para bidan desa dan para peraji/dukun beranak yang saling bekerjasama terssbut harus memiliki ilmu kebidanan yang mumpuni, serta keterampilan agar bisa menjadi sahabat bagi ibu hamil yang bisa menjawab berbagai pertanyaan, keluhan atau kondisi dialami oleh ibu hamil di wilayah perkotaan, “ tutur mereka berbarengan. (Nipolin)

Ikang Fawzi di Bantu Istrinya Marissa Haque Menembus Basis PDIP Lampung Selatan


KALIANDA – Pusat Pelelangan Ikan (PPI) Dermaga Bom Kalianda, Lampung Selatan, sekitar pukul 16.00 WIB kemarin mendadak heboh. Ini karena kedatangan balonbup Dr. Zainuddin Hasan, S.H., M.H., M.M. dan balonwabup Ahmad Zulfikar Fawzi yang lebih akrab disapa Ikang Fawzi.

Kedatangan mereka yang didampingi para tim sukses koalisi Amanat Persatuan Bangsa ini untuk melihat secara langsung kehidupan masyarakat nelayan di tempat itu. ’’Kami datang untuk mengadopsi aspirasi masyarakat nelayan di Kalianda,” kata balonbup Dr. Zainuddin di sela-sela kunjungannya.
Dia mengungkapkan keprihatinannya terhadap warga nelayan yang ada di ibu kota Lamsel. ’’Ke depan, pemkab harus lebih memperhatikan dan memprioritaskan kelayakan hidup warga nelayan,” kata adik Menteri Kehutanan (Menhut) RI Zulkifli Hasan ini.

Mantan ketua DPD Partai Golkar (PG) Lamsel ini juga mengaku akan memproyeksikan PPI Kalianda sebagai pusat pelelangan ikan sekaligus menjadikan PPI sebagai pertumbuhan perekonomian daerah yang dapat menghasilkan pendapatan asli daerah (PAD) di Lamsel.
’’Sekarang memang cukup bagus. Tapi, masyarakat nelayan terkesan hanya menerima. Padahal, potensi yang ada di PPI Kalianda ini cukup menjanjikan,” sindirnya.
Senada diungkapkan balonwabup Ikang Fawzi. Menurutnya, Kota Kalianda memiliki banyak potensi yang bisa digali untuk menumbuhkan perekonomian di Lamsel.
’’Kini pertumbuhan ekonomi di Lamsel cukup baik. Ke depan, sektor ekonomi harus terus ditingkatkan sehingga kesejahteraan masyarakat juga meningkat, khususnya bagi masyarakat nelayan yang ada di PPI Kalianda,” kata pelantun lagu rock era 80-an yang berjudul Preman Metropolitan ini.
Pada kesempatan itu, masyarakat nelayan yang berada di seputar PPI Kalianda itu datang untuk melihat secara langsung artis ibu kota yang kini mencalonkan diri sebagai wakil bupati di Lamsel. Mereka tampak gembira dengan kedatangan Ikang Fawzi di lokasi itu. Ungkapan kegembiraan itu dituangkan warga dengan berfoto bersama balon yang diusung tiga parpol ini.

Usai dari tempat itu, rombongan Tim pemenangan bersama balonbup-balonwabup yang diusung juga meninjau Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIS) Yayasan Pendidikan Pembangunan (Yasba) Kalianda. (edw/rnn/adi)
Sumber: http://www.radarlampung.co.id/web/component/content/10155.html?task=view

Selasa, 01 Juni 2010

Membaca dan Menulis, Ajaran Awal Berpolitik untuk Anak dari Ikang Fawzi & Marissa Haque

Meski saat ini masyarakat bergerak menuju jeman keyboard, anak-anak masih perlu untuk belajar menulis menggunakan tangan. Menulis tangan jauh dari sekadar meletakkan huruf di atas kertas. Itu adalah satu kunci penting dari belajar membaca dan berkomunikasi. Bahkan fakta menurut para ahli, mengembangkan kemampuan menulis menguatkan kemampuan membaca dan begitu pula sebaliknya. Untuk dapat membaca dengan baik, anak-anak perlu memahami huruf serta bunyi yang ditimbulkan serta bagaimana bunyi itu keluar bila huruf-huruf dirangkai menjadi kata. Belajar untuk menulis huruf juga merupakan hal penting dalam memahami hal tersebut.

Menulis tangan penting, sebab anak-anak selalu diminta menggunakannya setiap saat di sekolah taman kanak-kanak hingga sekolah dasar. Anak yang terbiasa dengan tulisan otomatis dari keyboard akan kesulitan saat menulis atau mengerjakan tes, atau menyelesaikan tugas sekolah. Hal ini dapat ditebak, justru akan mempengaruhi rasa percaya diri dan keberadaan diri mereka di sekolah nanti.

Salah satu cara penting membantu anak mengembangkan kemampuan baca-tulis mereka adalah membuat mereka mempraktekan. Begitu anak anda mampu mengeja (kira-kira pada usia 1 tahun bagi kasus umum) tawarkanlah crayon lunak, atau spidol warna-warni dengan kertas besar dan biarkan ia bereksperimen.

Ketika anak anda semakin tumbuh, ciptakan ruang khusus seni dengan banyak kertas berwarna-warni dan berbagai macam perlatan seni seperti spidol, crayon, pastel, pensil warna, cat warna dan kuas. Anda bahkan dapat mendorong anak anda untuk menulis dan menggambar ketika anda sedang diluar rumah, dengan cara menyiapkan kapur, cat warna serta seember kecil air, kuas untuk mengecak “trotoar” anda. Semakin sering anak menggunakan tanggan mereka, mereka akan mengembangkan otot, kemampuan, dan kordinasi yang diperlukan untuk menulis huruf.

Begitu anak anda masuk sekolah dan mulai melakukan praktek menulis di sana, sebagai orang tua sebaiknya tetap lanjutkan menemukan cara-cara baru untuk mempraktekan di rumah. Seperti menyarankan anak menulis nota ucapan terimakasih untuk keluarga atau teman. Minta mereka menuliskan daftar belanja atau resep. Belilah buku atau gunakan journal serta sarankan anak anda menghabiskan waktu di akhir hari untuk menulis di dalamnya.

Jika tulisan tangan anak anda tetap terlihat acak-acakan dan sulit dibaca bahkan setelah mengikuti instruksi formal dari sekolah cobalah beberapa tips berikut,

Bantu anak anda untuk menulis dengan perlahan. Banyak anak kesulitan menulis karena mereka mencoba untuk melakukan dengan cepat. Beri semangat pada anak dengan memberi waktu menuliskan bentuk huruf dengan hati-hati dan benar.

Terangkan kesalahan yang dibuat oleh anak. Ajari mereka menggunakan penghapus.Terapkan cara menulis formasi huruf dengan benar. Cara menulis A tentu tidak dengan cara menarik garis tengah terlebih dulu. Coba untuk mencari tahu dari guru-guru si anak bagaimana ia seharusnya menulis huruf dengan benar, dan dorong anak anda untuk mempraktekan menulis dengan pola tersebut. Menggunakan kertas bergaris akan sangat membantu

Pastikan anak memegan pensil dalam posisi benar saat menulis. Idealnya anak anda harus menggunakan dengan pegangan tripod-ala-tiga jari. Pensil harus berada di dekat ujung ibu jari dipegang bersama telunjuk dan jari tengah. Pensil plastik dengan pegangan solid ala kantoran mungkin membantu bila anak anda kesulitan memegang pensil dengan benar.

Latih anak dengan banyak kata. Anda dapat melakukan itu dengan sesi membaca bersama, menunjuk kata di sekeliling (seperti tanda jalan, label produk, papan nama) dan menggantungkan contoh-contoh karya tulisan anak anda di berbagai tempat dalam rumah.

Sangat penting bagi semua anak, bahkan bagi mereka yang kesulitan untuk menulis, untuk tetap mempraktekkan menulis dengan tangan. Tentu saja anda boleh mengajarkan anak kemampuan mengetik, bahkan di usia bocah. Namun, kecuali ada rekomendasi terapi ahli tumbuh kembang anak, anak-anak tak seharusnya menggunakan komputer dengan keyboard untuk mengerjakan tugas sekolah saat teman-teman mereka menyelesaikan dengan tulisan tangan.

Anak-anak berkembang dengan percepatan berbeda, seperti halnya orang dewasa, hasil tulisan tangan bisa bermacam-macam di antara mereka. Beberapa anak memiliki kesulitan lebih besar mempelajari huruf-huruf, sementara yang lain mungkin kesulitan menulis rapi, atau menulis dengan gaya. Kadang beberapa masalah dalam menulis bisa menjadi pertanda masalah lain seperti kesulitan atau kelambatan dalam belajar.

Jika demikian, baru saatnya orang tua membawa anak untuk diperiksa oleh ahli tumbuh kembang anak. Cara ini bisa memastikan apakah anak anda benar-benar membutuhkan terapi atau panduan khusus, atau sekadar latihan tambahan di rumah

Bagaimanapun belajar membaca dan menulis adalah salah satu kunci sukses di sekolah dan dalam kehidupan lebih luas. Ada baiknya beri waktu khusus membaca bagi anak, atau menghabiskan sebagian waktu dalam sehari untuk menulis surat kepada nenek si kecil. Ketika anda menulis bersama anak anda, anda telah membantu si kecil mengembangkan kemampuan penting mereka.

Insya Allah demikian adanya!

Damai dan Sentosa serta Kompak Lahir dan Bathin Keluarga Ikang Fawzi & Marissa Haque

Damai dan Sentosa serta Kompak Lahir dan Bathin Keluarga Ikang Fawzi & Marissa Haque
Damai dan Sentosa serta Kompak Lahir dan Bathin Keluarga Ikang Fawzi & Marissa Haque